Benarkah Ruh Manusia yang Sudah Meninggal Bisa Bergentayangan? Berikut Penjelasannya
Benarkah Ruh Manusia yang Sudah Meninggal Bisa Bergentayangan? Berikut Penjelasannya
Orang yang telah meninggal berarti beliau telah meninggalkan alam dunia dan berpindah ke alam barzakh. Kata “barzakh” itu sendiri artinya yaitu pembatas, yaitu pembatas antara alam dunia dan alam akhirat. Orang yang telah meninggal tidak lagi berada di alam dunia, dan belum lagi berada di alam akhirat.
Seseorang yang telah masuk ke alam barzakh tidak akan kembali ke dunia dan tetap akan berada di sana hingga hari final zaman tiba. Dalilnya yaitu firman Tuhan SWT yang artinya:
“Di hadapan mereka ada dinding pembatas (barzakh) sampal hari mereka dibangkitkan.” [QS Al Mu`minun: 100].
Orang yang beriman kepada Tuhan SWT akan mendapat kenikmatan di sana, sedangkan orang yang kafir akan mendapat siksaan di sana. Semuanya tetap berada di alam kubur dan tidak ada yang keluar dari sana hingga hari berbangkit tiba.
Di antara bukti yang mengatakan bahwa orang yang sudah meninggal tidak sanggup kembali ke alam dunia yaitu pernyataan orang-orang kafir yang memohon kepada Tuhan supaya mereka dikembalikan ke dunia supaya mereka sanggup beribadah kepada Tuhan dan berinfak shalih, baik dikala hampir meninggal, dikala hari kiamat, dan dikala di dalam neraka, namun ajakan mereka ini ditolak oleh Tuhan SWT. Tuhan telah menceritakan hal ini di dalam beberapa ayat, di antaranya:
“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila tiba final hidup kepada seseorang dari mereka, beliau berkata: “Wahai Rabbku, kembalikanlah saya (ke dunia) supaya saya sanggup berinfak shalih terhadap yang telah saya tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu yaitu perkataan yang diucapkannya saja.” [QS Al Mu`minun: 99-100]
Di dalam ayat yang lain Tuhan SWT berfirman yang artinya: “Nafkahkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum tiba final hidup kepada salah seorang di antara kalian, kemudian beliau berkata: “Wahai Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku hingga waktu yang erat sehingga saya sanggup bersedekah dan saya menjadi orang-orang yang shalih?” Tuhan sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah tiba waktu kematiannya. Tuhan Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.” [QS Al Munafiqun: 10-11]
Di dalam ayat yang lain Tuhan SWT berfirman yang artinya:
“Jika sekiranya kau melihat dikala orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabb mereka, (dan mereka berkata): “Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia) supaya kami sanggup mengerjakan amal shalih. Sesungguhnya kami yaitu orang-orang yang yakin.” [QS As Sajdah: 12]
Asy Syinqithi rahimahullah berkata di dalam tafsirnya Adhwa’ul Bayan pada tafsir surat Al Mu`minun ayat 99-100: “Sebagaimana mereka meminta dikembalikan (tidak jadi dimatikan) dikala datangnya final hidup supaya mereka sanggup memperbaiki amalan mereka, mereka juga meminta hal yang demikian pada hari kiamat. Tentunya telah diketahui sebetulnya ajakan mereka tidak diterima.”
Berdasarkan pembahasan di atas, maka fenomena yang sering terjadi di tengah masyarakat berupa adanya arwah gentayangan, arwah penasaran, kembalinya ruh orang yang telah meninggal di alam dunia, ataupun yang sejenisnya, semuanya ini yaitu tidak benar. Semuanya ini merupakan perbuatan jin yang mencoba untuk menakut-nakuti insan yang lemah imannya, baik dengan menampakkan diri mereka kepada manusia, menggandakan bunyi dan sikap mereka, ataupun memasuki badan mereka, sehingga insan percaya dan meyakini bahwa itu yaitu ruh orang yang telah meninggal. Wallahu’alam.