Apakah Suami, Istri dan Anak Bersatu di Surga Nanti. Ini Jawaban dan Penjelasannya
Sering kita bertanya apakah seorang istri akan berkumpul kembali dengan suaminya di Surga nanti ? Apakah belum dewasa akan berkumpul dengan Ayah dan Ibu-Ibunya? Pertanyaan menyerupai ini sering terbesit bagi beberapa orang.
Mari simak tanggapan berikut ini lengkap dengan ayat Al Qur’an dan juga klarifikasi Hadits.
| Ilustrasi Suami dan Istri |
Iya, benar. Jawabannya, istri akan bersama dengan suaminya di Surga nanti. Bahkan akan bersama anak-anaknya serta keturunannya, baik yang pria maupun perempuan, dengan catatan mereka selalu dalam keadaan beragama Islam (Bersaksi bahwa Tuhan SWT Tuhan satu-satunya dan Muhammad SAW utusan Allah). Ini dijelaskan dalam firman Tuhan yang artinya :
“Dan orang-orang beriman, berserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan. Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga) dan kami tidak mengurangi sedkitpun pahala amal (kebajikan) mereka.” (QS. Ath Thur: 21).
Allah menceritakan diantara doa malaikat pemikul ‘Arsy, “Ya Rabb kami masukanlah mereka ke dalam nirwana ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang shalih diantara nenek moyang mereka, istri-istri dan anak keturunan mereka. Sungguh Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ghafir: 8)
Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Allah Ta’ala akan mengumpulkan mereka berserta anak keturunannya biar menyejukkan pandangan mereka alasannya berkumpul pada satu kedudukan yang berdekatan. Sebagaimana firman Tuhan SWT yang artinya,
“Dan orang-orang beriman, berserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan. Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga) dan kami tidak mengurangi sedikitpun pahala amal (kebajikan) mereka.”
Artinya, akan Kami samakan mereka pada satu kedudukan biar mereka (orang yg berkedudukan lebih tinggi-pen) merasa tenang. Bukan dengan mengurangi kedudukan mereka yang lebih tinggi, sehingga sanggup setara dengan mereka yang rendah kedudukannya, namun dengan kami angkat derajat orang yang amalnya kurang, sehingga kami samakan ia dengan derajat orang yang banyak amalnya. Sebagai bentuk karunia dan kenikmatan yang kami berikan.
Said bin Jubair mengatakan, “Tatkala seorang mukmin memasuki nirwana maka ia akan menanyakan wacana bapaknya, anak-anaknya dan saudara-saudaranya dimanakah mereka? Maka dikatakan kepadanya bahwa mereka semua tidak hingga pada derajatmu di surga. Maka orang mukmin tersebut menjawab ‘Sesungguhnya pahala amal kebaikanku ini untukku dan untuk mereka.’ Maka mereka (keluarganya) dipertemukan pada satu kedudukan dengannya.” (Tafsir Ibn Katsir, 4/73).
Kita sedikitpun tidak akan hingga mengira, dikala ada orang yang Tuhan masukkan ke dalam surga, Tuhan hilangkan sifat kebencian dari hatinya, kemudian ia lebih menentukan berpisah.
Dan kita tidaklah tahu wacana seseorang yang telah Tuhan takdirkan ia memasuki nirwana dan telah dicabut rasa dengki di hati mereka namun mereka menentukan berpisah daripada bersatu kembali.
Apabila perempuan tersebut belum pernah menikah tatkala di dunia maka Tuhan akan menikahkannya dengan pria yang sangat ia cintai di surga. Orang yang menerima kenikmatan di nirwana tidaklah terbatas pria saja, namun untuk pria dan perempuan. Dan diantara bentuk kenikmatan nirwana ialah menikah. Demikian nukilan dari Majmu’ Fatawa Ibni ‘Utsaimin (2/53). Dan di dalam nirwana tidak ada oranng yang melajang.
Demikianlah sahabat Renungan Islam wacana pertanyaan yang selama ini terbesit dalam pikiran Anda. Semoga bermanfaat. Wallahualam