Inilah 2 Malaikat yang Disiksa Tuhan SWT Karena Melanggar Perintah. Berikut Kisahnya
Diantara Makhluk Yang Mahakuasa yang telah diciptakan, Malaikatlah peringkat yang paling pertama mendapat julukan makhluk yang paling taat kepada Sang pencipta-Nya. Kehidupannya tidak terlepas dari memuji dan mengagungkan kebesaran Allah. Dan selalu melaksanakan apa yang sudah merupakan kewajibannya. Namun dibalik semua itu ada 2 Malaikat yang Disiksa Yang Mahakuasa SWT Karena Melanggar Perintah dari Yang Mahakuasa SWT
Kisah ini berawal dari rasa kebencian para malaikat melihat tingkah laris insan yang sehabis diciptakan diatas muka bumi. Yang tiada hentinya melaksanakan kemungkaran, saling membunuh, dan merusak tatanan kehidupan yang semestinya dilakukan. Bahkan banyak juga dikalangan insan tidak mengakui adanya Tuhan. Sehingga kemarahan kebencian dari para malaikat semakin membuta. Dan menyatakan bahwa insan tidak layak dijadikan sebagai pemimpin diatas bumi. Namun ditengah keadaan tersebut maka Yang Mahakuasa SWT bertanya kepada malaikatnya untuk mengajukan diri untuk dijadikan Manusia. Maka tampillah dua malaikat yang menyanggupi bahwa mereka menjamin dirinya akan tetap taat kepada Yang Mahakuasa SWT.
Atas kebesaran Yang Mahakuasa SWT, maka diturunkanlah kedua malaikat tersebut kebumi dan mengakibatkan mereka selayaknya insan biasa. mereka berdua mendapat kiprah menjadi hakim, mereka menghakimi para insan yang mengadu kepada mereka. Sehingga segala kasus yang dilimpahkan terhadap mereka terselesaikan dengan baik. Banyak dari kalangan masyarakat takjub dengan kehadiran mereka. Karena keputusan yang diambil begitu adil dan bijaksana. Tiada seorang pun yang mengaku kecewa dengan keputusan yang diambil. Serta melarang mereka untuk tidak berbuat hal yang dihentikan dalam agama. Minum arak, berzina dan perbuatan mungkar lainnya.
Suatu hari mereka ditemui oleh seorang perempuan yang mengadukan permasalahannya. Keduanya menanggapi dengan baik dan menuntaskan permasalahannya. Wanita tersebut selalu mengadukan segala permasalahannya. Dan alasannya itulah mereka mengenal perempuan tersebut. Tapi Tanpa disengaja naluri sebagai lelakipun berlahan timbul. Disaat menatap wajah perempuan itu membawa kesan terindah dalam ingatan. Bahkan selalu teringat dalam bayangan. Jutaan keindahan terlukiskan, terangkum dalam sebuah perasaan. Perasaan yang menyerupai ini belum pernah mereka rasakan semasa hidup menjadi malaikat. Rasa ingin ini dan itu berkobar dalam jiwa sehingga menyiksa dalam batin.
Agar tidak tersesat dalam kancah kemaksiatan. Maka mereka menjumpai perempuan tersebut, berharap untuk menjadikannya sebagai istri. Ketika perempuan tersebut ditanya, maka ia mau untuk dijadikan seorang istri namun ada syarat yang harus mereka penuhi. Mereka harus ikut dengan agama yang ia anut. Ketika ditanya, ternyata perempuan itu yaitu penyembah berhala. Maka kedua malaikat itu pun menolak. Dan pergi meninggalkan perempuan tersebut. Namun wajah manis perempuan itu masih tetap terbayang dipelupuk mata, bahkan terus menyiksa batin. Tak mampu menahan perasaan yang begitu membara. Maka mereka mengambil keputusan untuk menemui perempuan tersebut kembali. Dan memperlihatkan supaya mengatakan persyaratan yang lain.
Wanita tersebut memperlihatkan arak kedalam minuman keduanya. Semula keduanya tetap menolak, bahwa perbuatan tersebut juga merupakan haram. Namun lantaran itu yaitu proposal terakhir, yang diajukan oleh perempuan itu. Maka keduanya tidak melepaskan kesempatan tersebut. Cinta terhadap perempuan itu telah memperabukan hati mereka, sehingga lupa akan dirinya dan tuhannya.
Ditambah lagi dengan anggapan, dengan meminum arak yaitu perbuatan dosa yang kecil. Maka perbuatan itu menciptakan mereka lebih terjerumus. Keadaan mereka menjadi lebih jelek disebabkan minuman arak. Keduanya mabuk dan tidak lagi ingat semuanya bahkan dengan dirinya pun ia lupa. Ia melihat sosok perempuan yang sangat manis jelita, seketika itu nafsupun tambah berkecamuk. Tak bisa lagi menahan kobaran nafsu yang membara maka keduanya menggauli perempuan itu bergiliran. Setelah puas melakukannya maka keduanya berfikir, bahwa perempuan akan menjadi sumber malapetaka bagi mereka dihadapan masyarakat. Maka merekapun membunuh perempuan tersebut.
Setelah mereka tersadar dari mabuknya maka heranlah mereka bahwa dihadapannya terbaring jenazah perempuan yang mereka kenal. Menangislah kedua-duanya dengan sejadi-jadinya. Dan berharap supaya Yang Mahakuasa mengampuni dosa yang telah mereka perbuat. Namun semua telah sia-sia, pintu langitpun sudah tertutup mata mereka tak bisa lagi menembusnya. Linangan air mata kian mengalir tiada hentinya. Semua malaikat dilangitpun turut menangis menyaksikan mereka.
Kedua malaikat menemui Nabi Idris untuk mendoakan ampunan bagi keduanya. Atas doa seorang nabi maka Yang Mahakuasa SWT menurunkan malaikat berjulukan jibril menemui mereka berdua. Malaikat Jibril turut menangis ketika bertemu keduanya, seraya berkata “Cobaan Apalagi yang menimpa kalian berdua ?” mendengar ucapan Jibril kedua malaikat tersebut semakin menangis.
“Sesungguhnya Yang Mahakuasa memerintahkan kepada kalian untuk menentukan diantara dua siksa, dunia atau akhirat” maka kedua malaikat tersebut menentukan siksaan didunia. Maka mereka berdua dirantai dengan besi, dalam keadaan tergantung. Kepala berada dibawah dan kaki diatas. Siksaan demi siksaan harus dirasakan setiap hari, pekikan suarapun menggelegar menahankan rasa sakitnya. Begitulah dialami kedua malaikat tersebut sampai bumi ini akan berakhir.
Kekaguman Malaikatpun terpancar kepada anak adam ini, bagi mereka yang bisa menahan nafsunya dan tetap taat kepada Yang Mahakuasa SWT meskipun dikelilingi kesenangan dan kenikmatan duniawi.