Waspada! Begini Awal Mula Seorang Suami atau Istri Mulai Suka “Main di Belakang”
Semua orang niscaya merasa tersakiti pada ketika mengetahui suami atau istrinya (pasangannya) mulai berani “main belakang” atau istilahnya selingkuh. Mengingat zaman yang sudah sangat modern awalnya relasi terlarang mulai terjalin dari relasi dunia maya. Sekarang dunia mayapun banyak hal yang sanggup dilakukan ibarat penggunaan sosial media FB, Twitter, Line, Whats App dan lain-lain.
Pada awal-awalnya sering-sering menunjukkan tombol like di FB, berkomentar atau mengirim pesan hingga berlanjut ke chat pribadi.
Semakin hari semakin inten saja relasi melalui media sosial. Kadangkala ada yang merindukan pada ketika tidak online, dan terpaksa mengirimkan pesan diam-diam di media sosial. Parahnya semua akun media umum mulai ditanya ibarat pin BBM dan lain-lain, bahkan sudah mulai dimintakan nomor HaPe semoga leluasa untuk mengobrol.
| Ilustrasi |
Alhasil, alasannya yaitu sudah begitu intens. Salah satunya mengajak untuk bertemu. Dengan kalimat “Kita ketemuan aja, kau kan orang yang paling mengerti aku”. (Naudzubillah, ini merupakan perbuatan yang dihentikan oleh Tuhan SWT).
Pada ketika ibarat ini, rata-rata baik wanita dan pria sudah berani berada pada jalur sendiri, pada kesannya akan bertemu untuk sekedar ngopi atau sekedar bertemu.
Sebuah tragedi paling besar pun tiba yaitu tragedi hati, mulai perlahan tidak lagi menyempatkan diri memperhatikan pasangan sendiri, kini sibuk menghubungi mitra “main belakang”. Rasa mesra dengan pasangan yang sah sudah mulai pudar bahkan hilang begitu saja. Sampai tahap ini, setan sudah meraung lebih keras untuk melanjutkan misinya ke tahap-tahap lain.
Naudzubillah, inilah kerja keras setan untuk memperdaya manusia.
Perlahan, hati sudah terusik, tidak lagi konsentrasi, niat awalnya membangun sebuah keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah bersama pasangan sendiri buyar alasannya yaitu mengikuti seruan hawa nafsu yang sudah dikuasai setan.
Mulailah hati sudah sangat kelam alasannya yaitu sering berkata kebohongan, pendengaran tidak sanggup mendengar nasehat-nasehat baik, pikiran sudah mulai kacau, mata sudah tertutup alasannya yaitu rasa ingin tau yang tidak jelas.
Sangat menyedihkan memang, pasangan sudah mulai mencicipi kesedihan, orang bau tanah dan mertua dibentuk bingung, belum dewasa sudah tidak terkontrol, dan gossip miring sudah berhembus seantero tetangga.
Padahal bersama yang gres belum tentu bahagia, alasannya yaitu itu hanya dunia semata mengikuti dunia dan tidak membawa ketenangan dan kedamaiaan.
Ingatlah sahabat, hidup hanya sekali, jangan sama sekali menambah kadar dosa. Sebelum hal itu terjadi, mari selamatkan hati, selamatkanlah keluarga, selamatkanlah dari imbas dan godaan setan yang membawa, menjerumuskan kedalam kehancuran dan kesesatan. Semua itu hanya racun dunia, sebuah pandagan delusi yang fana. Waspadalah wahai yang ibarat itu.