Ternyata Tidak Semua Di Bawah Telapak Kaki Ibu Adalah Surga

Ilustrasi Seorang Ibu bersama Anaknya
Surga ialah suatu daerah yang paling didambakan oleh setiap orang sehabis masa kehidupannya di dunia. Semua orang berlomba-lomba melaksanakan kebaikan untuk bisa masuk surga. Salah satu cara yang bisa dilakukan ialah dengan menghormati ibunya. Banyak yang berkata jikalau nirwana berada di bawah telapak kaki ibu. Ini bermakna bahwa sebagai manusia, mengangkat derajat dan menghormati ibu ialah sebuah kewajiban, sebagai salah satu kunci masuk surga.

Tapi tahukah Anda kaum ibu, ada beberapa hal yang bisa perlu Anda perhatikan apakah sebagai seorang ibu, nirwana sudah pantas ada di bawah telapak kaki Anda. Ada beberapa hal yang bisa menciptakan nirwana tidak pantas berada di bawah kaki Anda.Berikut ialah beberapa di antaranya.

1.Seorang ibu yang tidak mengharapkan keberadaan anaknya
Saat ini banyak perkara dimana perempuan yang hamil mengutuk kehamilannya sendiri, merasa gelisah, galau dan bahkan benci dengan janin yang sedang dikandungnya.Hal ini bisa saja terjadi lantaran beberapa lantaran di dalam kehidupan manusia. Jika sudah menyerupai ini, bagaimana mungkin Surga yang dimiliki oleh anaknya pantas berada di seorang ibu yang menyerupai ini, yang bahkan tidak mengharapkan keberadaan anaknya.

2. Ibu yang tidak menjaga kehamilannya
Kehamilan tentu saja menjadi hal yang membahagiakan bagi banyak orang, ini berarti tAnda jikalau Tuhan sudah mempercayainya untuk dikaruniai seorang anak.Tapi terkadang ada saja mereka yang lupa, mereka tidak menjaga dengan baik titipan Tuhan dikala masih berada di dalam kandungan.

Seharusnya seorang ibu mengistimewakan kehamilan dan janin yang dikandungnya.Keistimewaan yang bisa diberikan mulai dari keistimewaan fisik, dengan cara menawarkan nutrisi yang terbaik. Kemudian juga keistimewaan rohani, seorang ibu harus menjaga komunikasi dengan janinnya, melatih janin untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sudah bisa dilakukan semenjak bayi masih di dalam kandungan. Tapi kadang banyak orang yang lupa akan hal itu, mereka hanya mempersiapkan segala sesuatu yang bersifat kebendaan untuk menyambut bayi mereka. Jika begini, apakah pantas nirwana seorang anak berada di bawah telapak kaki ibu yang tidak mengistimewakannya?


3. Ibu yang tidak bisa memberi teladan yang baik kepada anaknya
Sejak masa kehamilan, seorang ibu sudah bisa berkomunikasi dengan janinnya.Sehingga dianjurkan untuk mulai mendidiknya dengan hal-hal yang baik.Apajadinya jikalau seorang ibu tidak bisa memberi tauladan yang baik kepada anaknya dikala sudah terlahir ke dunia dan tumbuh dewasa.

Segala sesuatu yang dilakukan oleh seorang ibu niscaya dilihat dan dirasakan oleh anaknya, jikalau ibu hanya menawarkan hal-hal jelek dan tidak baik, maka akan sangat terasa oleh anaknya. Yang demikian ini sebenarnya menciptakan nirwana tidak pantas berada di bawah telapak kakinya.

4.Ibu yang menelantarkan anaknya
Anak ialah titipan dari Tuhan yang benar-benar harus dijaga dan dirawat, semenjak mulai di dalam kandungan hingga tumbuh dewasa, anak perlu dijaga bahkan diistimewakan, terutama oleh ibunya. Karena awal mulai tahap kehidupan seorang insan ialah berawal dari seorang ibu, bagaimana ia di kandung, dilahirkan, disusui, dimanja, diberi pendidikan, semuanya dimulai dari seorang ibu.

Tapi ada saja ibu yang tega meninggalkan dan menelantarkan anaknya, sebagai pola ialah ibu yang tega meninggalkan anaknya dijalanan.Dengan alasan apapun, seorang ibu tidak diijinkan untuk meninggalkan apalagi menelantarkan anaknya.Tapi sayangnya, hal itu justru banyak terjadi di dunia akhir-akhir ini. Ibu yang menyerupai itu, menciptakan nirwana anaknya tidak pantas berada di bawah telapak kakinya.Dan sebenarnya Tuhan sangat marah dengan tindakan menyerupai itu.

5.Ibu yang hanya mementingkan kepentingan duniawi anak
Menjadi orang tua, terutama menjadi seorang ibu perlu berhati-hati dalam bertindak, terutama untuk sang buah hati. Tanggung jawab seorang ibu terhadap anaknya sangat besar, tidak hanya sebatas bagaimana bisa menghidupinya dan membahagiakannya di dunia. Seorang ibu harus menawarkan teladan dan pengertian mengenai agama, mengenai siapa Tuhannya, dan juga bagaimana caranya menerima didik terbaik dari Tuhan suatu dikala nanti.

Sayangnya, di masa yang sangat luar biasa ini banyak ibu yang sangat sibuk, dan tidak memperhatikan anaknya dengan sepenuh hati. Banyak yang beranggapan bahwa kebahagiaan dan kepentingan dunia anaknya sudah cukup, asalkan beliau senang di dunia.Ibu yang menyerupai ini menciptakan nirwana tidak pantas berada di bawah telapak kakinya di mata Tuhan. Saat seorang anak kemudian menjadi langsung yang tidak baik dan jauh dari Tuhan, siapa yang akan disalahkan?

6. Ibu yang keras terhadap anaknya
Berbagai cara dilakukan untuk bisa mengajari anak melaksanakan hal yang baik. Hal ini memang diajarkan oleh Allah, bagaimana harus menawarkan isyarat kepada seorang anak. Tapi hal itu tidak lantas bisa seenaknya seorang ibu melaksanakan segala cara untuk menuruti perintahnya. Pada hakikatnya, belum dewasa terlahir sebagai lembaran kertas polos, bagaimana beliau terbentuk, huruf apa yang beliau miliki, sifat menyerupai apa yang mendominasi, itu ialah tugas dari orang tua, terutama seorang ibu. Jika hingga seorang ibu mengajari anaknya terlalu keras bahkan kasar, maka akan menjadikan seorang anak yang tidak mempunyai huruf yang baik.

Keras dalam hal ini ialah dalam ucapan ataupun juga perbuatan fisik.Saat ini berbagai perkara kekerasan anak yang bahkan dilakukan oleh ibunya sendiri, bahkan ada beberapa perkara hingga menjadikan maut pada anak.Sungguh bukan suatu hal yang baik jikalau demikian.Inilah yang menciptakan seorang ibu tidak pantas mempunyai nirwana anaknya di bawah kakinya.Bagaimanapun juga, ibu mempunyai tanggung jawab yang besar atas perkembangan dan pertumbuhan hidup seorang anak. Bukan malah mendiskriminasi, menekan atau bahkan menyakiti anaknya.